Mentari bersinar cerah…dengan kemilau keemasannya yang menghangatkan dinginnya pagi itu.
Semilir angin berhembus, meniup dedaunan yang menari-nari dibuatnya.
Lalu lalang orang sibuk beraktivitas menapaki hari itu dengan penuh binar-binar semangat menatap harapan. Tak jauh di salah satu sudut kota…sebuah mobil mulai merayap perlahan meninggalkan tempat keseharian Thalia yang selalu sibuk bergelut dengan keseharian kesibukan pekerjaan. Perlahan namun pasti tiap ruas jalan yang dilewati Thalia serombongan telah di tempuh dengan tanpa hambatan berarti. Ya…aktivitas itulah yang mewajibkan mereka serombongan menyampaikan sedikit pesan-pesan dari pucuk pimpinan daerah untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat. Sebanyak 26 kecamatan harus mereka singgahi..namun khusus untuk hari itu adalah separuh dari jumlah yang tertera diatas kertas kop resmi yang tertuang dalam jadwal penyampaian publikasi pekerjaan mereka.
Singgah dari satu wilayah kecamatan menuju ke kecamatan yang lain memang terasa tidak mengenakkan bagi sebagian orang yang tidak bisa menikmati perjalanan. Namun bagi Thalia hal tersebut merupakan salah satu aktivitas yang sudah menjadi kebiasaannya semasa dulu waktu menempuh pendidikan disalah satu universitas ternama di ibukota.
Hingga akhirnya dalam perjalanan tersebut dijumpai keelokan sungai yang sungguh menwan. Musim kemarau yang datang seolah membawa keindahan tersendiri bagi panorama di sekitar sungai itu. Hamparan pasir putih disepanjang sungai, aktivitas pengerukkan dari manusia seolah lupa akan karunia dari sang Pencipta yang telah menyediakan segalanya bagi manusia. Sungai Luk Ulo merupakan salah satu kawasan sungai yang sungguh menawan tuk dinikmati keindahannya. Menelusuri jalan yang mengikuti kelokan-kelokan sungai ini begitu amat mempesona. Belum lagi langit biru, semilir angin sejuk dan pepohonan cemara yang tertata rapi disepanjang jalan seolah menegaskan kembali kharisma Sungai Luk Ulo. Sungai ini terletak di Wilayah Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah yang merupakan sumber ritme kehidupan bagi warga masyarakat sekitarnya baik untuk saluran irigasi pertanian maupun aktivitas penambangan material sungai serta pasokan air minum bagi instansi terkait.
Terletak satu kecamatan yang belum pernah dijangkau oleh Thalia dari sejak pertama ia mendapat tugas berkop dinas untuk menyampaikan publikasi beberapa macam jenis topik. Kecamatan Karangsambung, dimana wilayah tersebut merupakan kota kecil kecamatan yang memerlukan waktu cukup lama ditempuh menggunakan sarana transportasi mobil. Namun begitu menginjakkan kaki di kecamatan ini terasa sangat istimewa. Kecamatan ini walaupun jauh dari hiruk pikuk kesibukan aktivitas perkotaan terasa damai dan penuh kesan. Belum lagi adanya Kantor LIPI Karangsambung yang letaknya berhadapan langsung dengan kantor camat setempat, seolah menambah nilai positif bagi kecamatan itu. Segera setelah menyelesaikan agenda yang dilaluinya, Thalia beserta rombongan kembali meneruskan perjalanannya menuju ke Kecamatan Khayangan?!?! yaa Khayangan…demikian sebutan bagi sebagian masyarakat di Kabupaten ini dalam menyebut Kecamatan yang satu ini…Kecamatan Sadang. Sungguh melihat medan yang harus ditempuh sempat membuat degup jatung Thalia berdesir dan berdegup kencang…..namun begitu tak nampak rona lelah di wajah Thalia, hanya ada salah satu dari temannya sejenak terdiam karena mulai merasa perjalanan tersebut tidak mengenakkan di badannya. Mabuk ya? tanya Thalia. Ah..gak juga…..hanya sedikit perlu istirahat nih…kata salah satu teman Thalia. Oke…mari kita teruskan langkah…sambung Thalia. Dengan kesetiaan penuh mobil yang membawa rombongan ini kembali menelusuri jalan yang berkelok turun naik selama beberapa waktu menuju Kota Kecamatan Khayangan….Kecamatan Sadang.
Akhirnya perlahan mobil itu mulai mengerem memasuki sebuah kantor kecil di satu wilayah. Uhhhh…akhirnya samapai juga nih….(guman Tahlia). Hem lumayan juga ya…perjalananan tadi melelahkan namun juga menakjubkan….kembali ia berkata pada teman-temannnya. Seolah tak sanggup meyanggah apa yang disampaikan Thalia….teman-temannya hanya mengangguk perlahan tanda menyetujui.
Eh …lihat….sepertinyasedang ada rapat tuh…di pendopo kecamatan….Iya…ya ramai juga ternyata…imbuh teman Thalia menimpali. Siapa nih yang masuk kekantor…kayaknya masih ada juga pegawainya….memang jam berapa nih….sambil mencari Hp dalam sakunya, Thalia melihat angka yang tertulis di HP tanda waktu yang ada. Sudah jam setengah tiga sore…ternyata pada belum pulang ya PNS nya….Thalia kembali mengangangkat pembicaraan…Udah cepat sana….diantar pekerjaan kita…sahut teman Thalia. Yukk…jawab Thalia bersama temannya ia keluar dari mobil membawa seperangkat hasil pekerjaan yang harus segera dipublikasikan.Tak dinyana, kantor kecamatan yang mungil di kecamatan yang terkenal dengan istilah Khayangan ini cukup bersih dan menarik….deretan meja yag lumayan rapi berjejer bersama sedikit personil pegawai yang sedang beraktivitas di dalamnya. Potret yang sungguh kontras dengan lokasi wilayah yang seperti tidak tersentuh pembangunan….ya….sedikit oase bagi gurun gersang ibaratnya. Hasil pembangunan dengan sedikit sentuhan kesadaran masyarakat serasa menyatupadu menggeliatkan roda dan nadi pembangunan di kota ini. Kesan yang terpancar dari sana seolah membawa Thalia semangat menapak hari…meneduhkan raga dan membangkitkan romansa kenangan yang terpendam dalam samudra hatinya. Ya…..berkesan……………….